Gambar Alur Penyelesaian Perkara Tilang dan Besar Denda

Berikut alur proses penyelesaian perkara tilang beserta besar denda. Semoga bermanfaat dan menjauhkan kita dari perbuatan suap.   (Sumber Gambar: Page Facebook Divisi Humas Mabes Polri)

Tabel Denda Tilang

UU No 22 THN 2009 Tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan

No

Pasal

Keterangan

Denda (Rp)

Setiap Orang

1

Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2) Mengakibatkan gangguan pada: fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. 250.000
Setiap Pengguna Jalan

1

Pasal 282 jo Pasal 104 ayat (3) Tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas Polri sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 ayat (3), yaitu dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas wajib untuk: berhenti, jalan terus, mempercepat, memperlambat, dan / atau mengalihkan arus kendaraan. 250.000
Setiap Pengemudi (pengemudi semua jenis kendaraan bermotor)

1

Pasal 288 ayat (2) jo Pasal 106 ayat (5) hrf b Tidak membawa SIM Tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi yang Sah. 250.000

2

Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1) Tidak memiliki SIM Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan,tidak memiliki Surat Izin Mengemudi. 1.000.000

3

Psl 288 ayat (1) jo Psl 106 ayat (5) huruf a. STNK / STCK tidak sah Kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK yang ditetapkan oleh Polri. 500.000

4

Pasal 280 jo pasal 68 ayat (1) TNKB tidak sah Kendaraan bermotor tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri. 500.000

5

Pasal 279 jo Pasal 58 Perlengkapan yg dpt membahayakan keselamatan. Kendaraan bermotor di jalan dipasangi perlengkapan yang dapat menganggu keselamatan berlalu lintas antara lain: bumper tanduk dan lampu menyilaukan. 500.000

6

Psl 289 jo Psl 106 Ayat (6) Sabuk keselamatan Tidak mengenakan sabuk keselamatan. 250.000

7

Pasal 293 ayat (1)jo pasal 107 ayat (1)

Pasal 107 ayat (2)

Lampu utama malam hari Tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu.

Sepeda motor tidak menyalakan lampu utama pada siang hari

250.000

 

100.000

8

Pasal 287 ayat (6) jo pasal 106 (4) hrf h Cara penggandengan dan penempelan dgn kendaraan lain Melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain . 250.000

9

Pasal 290 jo Pasal 106 (7) Ranmor tanpa rumah-rumah Selain sepeda motor  mengemudikan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan rumah –rumah, tidak mengenakan sabuk keselamatan dan tidak mengenakan Helm. 250.000

10

Pasal 287 ayat (3) jo Pasal 106 ayat (4) e Gerakan lalu lintas Melanggar aturan gerakan lalu litas atau tata cara berhenti dan parkir. 250.000

11

Psl 287 ayat(5) jo Psl 106 ayat (4) hrf (g) atau psl 115 hrf (a) Kecepatan maksimum dan minimum Melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah. 500.000

12

Pasal 294 jo pasal 112 (1). Membelok atau berbalik arah Tidak memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan saat akan membelok atau berbalik arah. 250.000

13

Pasal 295 jo pasal 112 ayat (2) Berpindah lajur atau bergerak ke samping Tidak memberikan isyarat saat akan berpindah lajur atau bergerak ke samping. 250.000

14

Psl 287 ayat(1) jo psl 106(4) hrf (a) dan Psl 106 ayat(4) hrf (b) Melanggar rambu atau marka Melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka. 500.000

15

Psl 287 ayat (2) jo psl 106(4) hrf (c) Melanggar Apill ( TL ) Melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas. 500.000

16

Pasal 283 jo pasal 106 (1). Mengemudi tidak wajar – Melakukan kegiatan lain saat mengemudi – Dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan. 750.000

17

Pasal 296 jo pasal 114 hrf (a) Di perlintasan kereta api Mengemudikan kendaran bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan, tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. 750.000

18

Pasal 298 jo psl 121 ayat (1) Berhenti dalam keadaan darurat Tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan. 500.000

19

Pasal 287 ayat (4) jo Pasal 59 dan pasal 106 (4) huruf (f) jo Pasal 134 dan pasal 135 Hak utama kendaraan tertentu Tidak memberi prioritas jalan bagi kendaraan bermotor memiliki hak utama yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dan/atau yang dikawal oleh petugas Polri. a. Kendaraan pemadam kebakaran yg sdg melaksanakan tugasb. Ambulan yang mengangkut orang sakit; c.Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas; d. Kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia; e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta Lembaga internasional yg menjadi tamu negara; f. Iring – iringan pengantar Jenazah; dan g. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian RI. 250.000

20

Pasal 284 jo 106 ayat (2) Hak pejalan kaki atau pesepeda Tidak mengutamakan pejalan kaki atau pesepeda 500.000

Tinggalkan Balasan